Entrepreneur Life Motivation
Nasi Uduk Ibu Iis – Demokratisasi Marketing
September 29, 2017
0
alex 5

Ada fenomena baru di kota kelahiran saya. Nasi uduk ibu Iis. Uduknya enak, telor dadarnya mantap, semur jengkolnya yahud.

Ibu Iis ini dulu berjualan nasi uduk keliling berjalan kaki menawarkan dagangannya. Menawarkan ke toko-toko. Ibu saya suka membelinya.

2-3 tahun yang lalu ibu Iis membuka lapak di depan rumahnya karena usaha suaminya berjualan sandal bangkrut. Jadi ibu Iis berjibaku sendiri.

Uduknya murah meriah. Ini kami membeli 5 porsi nasi uduk lengkap dengan tempe, perkedel dan telur dadar plus semur jengkol yang dahsyat, cuma 60 ribu. Cukup buat makan pagi sekeluarga. Tapi ngantrinya minta ampun.

Si Ibu juga ramah dan kelihatannya tidak terlalu perhitungan. Pembeli boleh mengambil sendiri porsi makanannya, lapor sendiri. Jadi kalo ambil telur 2, bisa ngaku satu.. “teu nenaon,” – artinya “tidak apa-apa” kata si Ibu sambil tersenyum. Harga yang ekonomis ini membuat banyak pelanggannya. Dan kelihatannya ibu Iis belum mau menaikkan harga. “Karunya…” – “kasihan,” katanya. Biar yang ekonominya pas-pas bisa ikut sarapan.

Dagangnya laris, sehari menghabiskan beras 2 karung (50kg). Subuh sudah berjualan, sekitar jam 9 dagangannya sudah habis.

Thanks to social media. Nasi uduk ibu Iis Rangkasbitung semakin terkenal, saya google dan banyak melihat foto-fotonya.

Ini memperkuat pendapat saya bahwa digital era men-demokratisasi marketing. Ibu Iis pun bisa mempromosikan nasi uduknya. Tidak kalah dengan Toyota.

About author

alexpchandra

Pendiri BPR Lestari. Sekarang BPR #3 se-Indonesia dr sisi asset. Membangun bisnis dari nol sejak 14 thn yg lalu. Sekarang chairman grup bisnis Lestari.

Related items

/ You may check this items as well

(bankbazaar.com)

Pajak!

Ada fenomena baru di kota kelahiran saya. Nasi udu...

Read more
Businessman Touching Domino Pieces Arranged in a Line --- Image by © Royalty-Free/Corbis

Aksi – Reaksi

Ada fenomena baru di kota kelahiran saya. Nasi udu...

Read more
(moneysoldiers.com)

If You are Going to amass $79 billion, you have to start someplace!

Ada fenomena baru di kota kelahiran saya. Nasi udu...

Read more

There are 0 comments

Leave a Reply