Business Investment Life
Menabung Saham
February 6, 2018
0
Money in an empty nest represents savings for retirement.

Saham merupakan instrument investasi yg disediakan oleh sistem keuangan modern. Dengan membeli saham sebuah perusahaan, kita ikut memiliki ‘a piece’ perusahaan tersebut. “memiliki saham’ merupakan salah satu alternatif berinvestasi selain berinvestasi di real estate, business, dan surat utang (bond). Saya jarang menyarankan ‘orang’ mengumpulkan saham, karena harganya yang naik turun. Tidak seperti produk Si Kaya yang merupakan installment saving yang bisa dihitung dengan akurasi yang cukup tinggi, berapa nilai investasi kita di saham di masa yang akan datang hampir mustahil bisa diprediksi. Dan karena sebagian besar dari kita tidak terbiasa ‘merugi’ maka saya tidak terbiasa menyarankan berinvestasi saham kecuali kepada investor yang berpengalaman. Namun, sebuah sesi dari perencana keuangan Ligwina Hananto menyadarkan saya bahwa kita memerlukan instrument yang lebih agresif guna mencapai tujuan investasi kita, apalagi jika kemampuan kita menabung tidaklah seberapa besar. “Ada 2 pilihan,” kata mbak Wina. “Misalnya kita punya tujuan keuangan harus mengumpulkan dana 2,5 Milyar dalam 15 tahun, maka pilihannya ada dua” “Menabung 9 jt sebulan atau 381rb sebulan di reksa dana (saham). Kalau menabung sudah jelas, hampir pasti tercapai tujuan finansialnya. Kalau 381 ribu tidak ada jaminan,” demikian kata Ligwina. Jadi pilihannya cuma dua, kalau bisa 9 juta sebulan; nabung ajah kagak apa-apa. Namun kalau kagak bisa, ya menabung di reksadana-lah (saham). Toh kita meresikokan 381 ribu sebulan, yang kalau tidak kita investasikan akan habis juga jadi konsumsi. “Cuman cukup beli sepatu kirinya doang’,” demikian Ligwina. (Angka di atas cuman ilustrasi tentang tujuan finansial seseorang, dan bukan perhitungan sebenarnya-red☺️ ; selisih jumlah ‘tabungan’ yang dibutuhkan antara 9 juta dengan 381 ribu dikarenakan imbah hasil atau return yang berbeda antara instrumen tabungan dan reksadana saham) Jadi menurut saya menabung saham perlu dijadikan bagian dari strategi perencanaan keuangan kita.

About author

alexpchandra

Pendiri BPR Lestari. Sekarang BPR #3 se-Indonesia dr sisi asset. Membangun bisnis dari nol sejak 14 thn yg lalu. Sekarang chairman grup bisnis Lestari.

Related items

/ You may check this items as well

(kalerkantho.com)

Compounding

Saham merupakan instrument investasi yg disediakan...

Read more
(moneycontrol.com)

Long Term Horizon

Saham merupakan instrument investasi yg disediakan...

Read more
(unagpo.com)

Beware of Hidden Fees

Saham merupakan instrument investasi yg disediakan...

Read more

There are 0 comments

Leave a Reply