Business Investment Life
Long Term Horizon
February 7, 2018
0
(moneycontrol.com)

“My favourite time to hold the stock is forever” (Warren Buffet)

Ini data-data yang berhasil saya catat:

BCA pertama kalo IPO (1999) dengan harga saham 1,400. Setelah stock split 3kali (1 menjadi 8); kini di tahun 2018 harganya mencapai 23,000

Maka investasi 1,4jt (utk membeli 1000 saham BCA – kode BBCA pada saat IPO) kini nilainya 1,000x8x23,000 = 184jt rupiah. Naik 131 kali atau 13,143% dalam 19 tahun.

Bandingkan dengan investasi lain, misalnya salah satu investasi properti saya yang terbaik. Sebidang tanah di jalan. Bumbak saya beli dengan harga 300rb per m2 (1999). Kini mungkin valuenya berkisar 9 juta per m2. Naik 30 kali atau 3,000% dalam kurun waktu yang sama, yaitu 19 tahun. Saham ternyata bisa jauh lebih menghasilkan dibandingkan properti (ini kasuistis ya-red)

Tentunya ada saham lain yang tidak se-spektakuler saham BCA tadi. Bahkan ada yang nilainya rontok jadi nol.

Yang saya mau sampaikan adalah berinvestasi di pasar modal ternyata memberikan return yang ‘tidak kalah’ dibandingkan dengan berinvestasi/spekulasi di sektor properti. Pasar saham ternyata menawarkan ‘potensi’ yang baik untuk keperluan financial planning kita.

Mitos yang berkembang selama ini adalah berinvestasi di pasar saham itu high risk. Harganya naik turun.

Pergerakan harga saham memang dinamis. Naik turun setiap hari. Bahkan dalam sehari bisa bergerak-gerak naik turun berkali-kali. Namun kalau dilihatnya dalam perspektif jangka panjang, maka seiring dengan pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perusahaan yang baik akan ikut tumbuh. Yang hebat akan tumbuh di atas rata-rata. Dengan memiliki saham di perusahaan yang ‘bagus’ maka kita ikut memiliki ‘a piece of Indonesia’ di masa yang akan datang (being an owner of Indonesia, not only a customer).

Seperti dikatakan oleh investor legendaris Warren Buffet, bahwa kalau kita sudah memilih perusahaan yang bagus untuk dimiliki, “why sell?” katanya.

Menurut saya, berinvestasi di pasar saham yang cocok buat orang kebanyakan seperti kita adalah dengan (1) memilih perusahaan yang benar (2) membelinya secara bertahap (menabung saham) (3)keep for the long term supaya compounding effect-nya terasa.

Berbeda dengan berinvestasi di sektor properti yg membutuhkan ‘modal’ relatif besar, maka menabung saham bisa dilakukan oleh siapa saja karena kita bisa memulainya dengan jumlah yang kecil (disarankan mulai menabung dengan jumlah yg kecil malah).

Semakin lama -horison investasinya- semakin baik. Jika kita berusia 20 tahun, dan merencanakan pensiun di usia 60, maka kita punya 40 tahun utk meng-compound– investasi kita. Jadi bayangkan jika anda membaca tulisan ini 20 tahun yang lampau, dan setelah membacanya langsung Action! membeli saham BCA yg baru IPO. Maka investasi 1,4 jt anda 20 tahun yg lalu, kini nilainya 184jt. (Hmm…kalau mau berandai-andai, bagaimana kalau kita buat investment pertamanya enggak 1,4 jt melainkan 14 jt. Maka 14 jtnya sekarang menjadi 1,84 milyar, it sound interesting kan? 

Dan bukan itu saja, anda masih punya waktu 20 tahun lagi untuk membiarkannya compounding!

disclaimer: saham BCA tadi hanya mengilustrasikan long term prospek buat sebuah perusahaan yang bagus. Bukan saran membeli saham BCA; please do your own research. Kalo untung saya kagak minta, but bear your own risk yaa..

About author

alexpchandra

Pendiri BPR Lestari. Sekarang BPR #3 se-Indonesia dr sisi asset. Membangun bisnis dari nol sejak 14 thn yg lalu. Sekarang chairman grup bisnis Lestari.

Related items

/ You may check this items as well

(growingwithgratitude.com.au) - Copy

The Wealthies Person on Earth is One Who Appreciates

Read more
ggg

How I Do My Business (2)

Read more
hhh

How I Do You My Business (1)

Read more

There are 0 comments

Leave a Reply