Business Investment Life
Compounding
February 7, 2018
0
(kalerkantho.com)

“My wealth has come from a combination of living in America, some lucky genes, and compound interest” – Warren Buffet

Satu kekuatan dahyat yang sebenarnya tersedia bagi semua orang adalah faktor compounding. A multiplying power if growth times growth. Bunga berbunga.

Artinya hasil investasi kita, dire-investasikan kembali sehingga menambah pokok investasi sehingga hasilnya menjadi lebih besar lagi, hasilnya dire-investasikan kembali…demikian seterusnya.

Saya ilustrasikan gini ajah deh. Saya punya rekening menabung jangka panjang (SIKAYA) – 5 rekening an saya, istri saya dan 3 anak saya. Setiap bulan saya menyetor sejumlah dana. Saya mulai di tahun 2003 dengan jumlah setoran 500rb per rekening. Dipotong langsung dari gaji bulanan saya.

Dengan bertambahnya gaji bulanan saya, beberapa tahun kemudian saya naikkan setoran bulanannya menjadi 1 jt per rekening. Dan kemudian 3 thn belakangan saya naikkan lagi menjadi 2 jt per rekening. (Ini yg namanya top-up)

Terakhir Desember 2018 saya cek saldo di rekening SIKAYA saya lumayan…

Not bad…dari setoran-setoran kecil bulanan, yg kalau tidak saya sisihkan juga akan habis dibelanjakan.

Saya berencana melanjutkan model investasi ini sampai saya pensiun nanti, mungkin 15 tahun lagi. Sedangkan rekening anak-anak akan saya serahkan untuk mereka lanjutkan sebagai hadiah pernikahan mereka nantinya. Berapa nanti nilai saldo akhirnya, 15 tahun lagi saya akan ceritakan

Produk ini mendayagunakan prinsip compounding, bunga berbunga. Kalau dilakukan dengan benar, yaitu Top Up setiap tahun, automatic debet supaya tidak ada sebulanpun cicilan yang ketinggalan, serta compounding dalam jangka waktu yang panjang, hasilnya akan mencengangkan. Kita tidak akan hidup miskin sengsara di usia pensiun.

Nah konsep yang sama kita gunakan untuk menabung saham.

Compounding effect-lah yg menyebabkan harga saham BCA (yang kemarin saya post) naik 131x dalam 19 tahun. Setiap hasil usaha (laba) tidak semua dibagikan dalam bentuk deviden, melainkan dire-investasikan ke mesin yg namanya BCA tadi, demikian seterusnya dari tahun ke tahun ke tahun ke tahun … ke tahun.

(BCA adalah bank yang konsisten membagi deviden sedikit, dan porsi yang dire-investasikan lebih besar, akibatnya over the long term, value-nya semakin tinggi)

Jadi dalam menabung atau mencicil saham (1) compound dalam jangka waktu yang panjang (semakin lama semakin baik), (2) dicicil setiap bulan seperti kita mencicil angsuran motor, dan (3)di-top up kalau kemampuan kita bertambah.

Hasilnya nanti kita cerita-cerita y..15-20 tahun yang akan datang☺️

About author

alexpchandra

Pendiri BPR Lestari. Sekarang BPR #3 se-Indonesia dr sisi asset. Membangun bisnis dari nol sejak 14 thn yg lalu. Sekarang chairman grup bisnis Lestari.

Related items

/ You may check this items as well

Modern business skyscrapers seen from the window. General view panorama. Financial, economics, future etc. concept.

Economic Common Sense!

“My wealth has come from a combination of living...

Read more
x factor

What is Your X Factor?

“My wealth has come from a combination of living...

Read more
(growingwithgratitude.com.au) - Copy

The Wealthies Person on Earth is One Who Appreciates

“My wealth has come from a combination of living...

Read more

There are 0 comments

Leave a Reply